Jumat, 01 Oktober 2010

JAMUR PADA TEMPE



Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".

Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.

Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.

Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).


Tempe berbungkus daun pisang yang dijual di pasar tradisional Indonesia

Terdapat berbagai metode pembuatan tempe.[1][2] Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.[3]

Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya dapat menyerap asam pada tahap perendaman.

Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan agar miselium fungi dapat menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.

Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami agar diperoleh keasaman yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akibat pertumbuhan bakteri Lactobacillus. Bila pertumbuhan bakteri asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis[4], asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.

Proses pencucian akhir dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibentuk oleh bakteri asam laktat dan agar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya dapat menghambat pertumbuhan fungi.

Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum dapat berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; digunakan secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum digunakan oleh pembuat tempe di luar Indonesia).[4][5] Inokulasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah dingin dan dikeringkan, lalu dicampur merata sebelum pembungkusan; atau (2) inokulum dapat dicampurkan langsung pada saat perendaman, dibiarkan beberapa lama, lalu dikeringkan.

Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai bahan pembungkus atau wadah dapat digunakan (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara karena kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.

Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi dapat dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang menggunakan banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional menggunakan laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi sampai 36 jam.

UREUM dan KREATININ

Ureum adalah hasil akhir metabolisme protein. Berasal dari asam amino yang telah dipindah amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal, dan diekskresikan rata-rata 30 gram sehari. Kadar ureum darah yang normal adalah 20 mg – 40 mg setiap 100 ccm darah, tetapi hal ini tergantung dari jumlah normal protein yang di makan dan fungsi hati dalam pembentukan ureum.

Kreatinin merupakan produk sisa dari perombakan kreatin fosfat yang terjadi di otot. Kreatinin adalah zat racun dalam darah, terdapat pada seseorang yang ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan normal. Kadar kreatinin pada pria max 1,6 kalau sudah melebihi 1,7 harus hati-hati. Jangan-jangan nanti memerlukan cuci darah

Kreatinin: hasil katabolisme kreatin. Koefisien kreatinin adalah jumlah mg kreatinin yang diekskresikan dalam 24 jam/kg BB. Nilai normal pada laki-laki adl 20-26 mg/kg BB. Sedang pada wanita adl 14-22 mg/kg BB. Ekskresi kreatinin meningkat pada penyakit otot.

Kreatinin adalah produk sampingan dari hasil pemecahan fosfokreatin (kreatin) di otot yang dibuang melalui ginjal. Pada pria, normalnya 0,6 – 1,2 mg/dl. Di atas rentang itu salah satunya mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal. Tetapi kami rasa angka 1,3 mg/dl masih tergolong normal, walaupun Anda sebaiknya mulai waspada.

BATAS NORMAL

Batas normal ureum : 20 – 40 mg/dl

Batas normal kreatinin : 0,5 – 1,5 mg/dl

SOURCE :

http://mediasehat.com/tanyajawab499

http://id.wikipedia.org/wiki/Kreatinin

http://kus-pratiknyo.blogspot.com/2009/10/sistema-urinaria.html

http://tanyuri.wordpress.com/2008/12/09/cerita-dari-setetes-darah/

Selasa, 21 September 2010

Rokok Elektrik



Akhir-akhir ini, semakin banyak orang yang terkena penyakit yang disebabkan oleh benda kecil yang bernam rokok. jumlah pecandu rokok semakin hari jumlahnya semakin banyak terutama di Indonesia.Tapi herannya, meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan benda tersebut prilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya sudah menjadi hal yang dapat ditoleransi masyarakat.

Baru-baru ini ditemukan rokok Elektrik yang diproduksi oleh, Thanko perusahaan dari Cina yang memproduksi barang-barang elektronik. Mungkin bagi Anda pecandu rokok bisa beralih menggunakn rokok elektrik ini. Karena rokok jenis ini bisa memberikankeni8kmatan dan sensasi yang sama seperti rokok biasa. Perbedaan rokok Elektrik dan rokok biasa yaitu terletak pada kandungan nikotin dan tar, Rokok elektrik tidak mengandung Nikotin dan Tar sehingga para pengguna rokok elektrik dapat merokok tanpa merusak kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

Rokok elektrik ini menggunakan Elemen pemanas untuk menguapkan suatu pengganti nikotin yang dapat memberikan kenikmatan merokok lebih sehat, begitu tersambung pada colokan USB. Produk yang diberi nama 'Thanko USB Cigarette' ini dijual dengan harga 2.980 Yen atau kurang lebih Rp. 315.000

Senin, 20 September 2010

Fungsi Kolestrol dan Kontroversinya

kolestrol tinggi adalah masalah kesehatan yang di anggap sangat serius. kolestrol merupakan faktor resiko utama bagi penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah. kolestrol selama ini dianggap sangat jahat tetapi sebenarnya jumlah kolestrol yang tepat itu sangat penting bagi tubuh.
kolestrol menjalankan tiga fungsi secara umum, fungsi tersebut diantaranya adalah :
  1. kolestrol membantu membentuk selubung luar sel
  2. kolestrol membentuk asam empedu yang mencerna makanan di usus
  3. kolestrol memungkinkan tubuh membentuk vitamin D dan hormon-hormon, seperti estrogen pada wanita dan testoteron pada pria.

tanpa kolestrol satu pun fungsi diatas tidak dapat dilakukan.

Minggu, 19 September 2010

Teknik Teknik Relaksasi

Fokus Pada Napas
Apa itu?? fokus pada napas yaitu memusatkan perhatian pada pernapasan yang lambat dan dalam serta secara perlahan lahan melepaskan pikiran dari segala pemikiran dan sensasi yang mengganggu

hal ini terutama bermanfaat jika anda mengalami gangguan makan atau cenderung menahan perut anda

hal ini tidak cocok untuk orang orang yang punya masalah kesehatan yang membuat bernapas menjadi sulit, seperti penyakit pernapasan atau gagal jantung kongensif

Relaksasi otot progresif
yaitu menegangkan dan melemaskan seluruh otot tubuh dari kepala samapai jari kaki dalam rangkaian yang progresif.

Hal ini bermanfaat pada saat pikiran anda berpacu atau jika anda merasa sulit merasakan dan melepaskan ketegangan

Hal ini tidak cocok untuk orang yang memiliki gangguan makan atau baru saja menjalani operasi yang memengaruhi citra tubuh atau jika anda memiliki suatu kondisi di mana menegangkan tubuh tersa sangat tidak nyaman

Meditasi Kesadaran
yaitu bernapas dalam dalam sambil tetap berda pada momen itu dengan sengaja memusatkan perhatian pada pikiran dan sensasi yang timbul selama sesi meditasi

hal ini bermanfaat jika pikiran yang berpacu membuat bentuk meditasi lainnya sulit dilakukan

hal ini tidak cocok jika anda merasa terlalu sulit untuk menyisihkan waktu 30-45 menit yang diperlukan

Senin, 26 Juli 2010

Prinsip ELISA

Mereaksikan antigen (Ag) dalam sampel dengan antibodi (Ab) yang di label (AbE). Komples Ag-AbE yang terbentuk kemudian dipisahkan dari Ab dan Ag bebas, lalu diinkubasikan dengan substrat chromogenic yang semula tidak berwarna, tetapi kemudian menjadi berwarna apabila dihidrolisi oleh enzim . intensitas warna yang terbentuk dapat diukur dan merupakan parameter untuk Ag yang diuji.

ELISA

ELISA adalah teknik biokimia yang digunakan terutama di imunologi untuk menditeksi keberadaan antigen/antibodi dalam sampel
metode metode ELISA kebanyakan dikembangkan berdasarkan pada kegunaan praktis di laboratorium yang disesuaikan dengan kebutuhan misalnya untuk menditeksi hormon, antigen, antibodi, antibiotik, dan lain-lain. Beberapa metode ELISA yang digunakan di laboratorium diantaranya:
  1. Direct ELISA
  2. Indirect ELISA
  3. Sandwich ELISA
  4. Capture ELISA